Jengah di saat matahari di atas ubun-ubun
Merengsek dalam selimut tanggung yang tak menutupi kaki
Bergelut dalam kepadatan yang tak kunjung lewat
Nasi goreng hambar yang tak juga habis dimakan
Menimang kenangan saat berboncengan
Kelakar garing dengan penuh tawa
Obrolan lalu sampai lewat pukul 10 malam
Tanpa sapa hanya bergandengan tangan
Langit jingga telah berubah gelap
Para bocah telah kembali pulang ke rumah
Bis dalam kota melaju kencang ke pangkalan
Sang masa mungkin sudah lewat berhelat
Maka jangan salahkan saat titik terbersit di pipi
Saat kelam merenungi
Saat temaram memahami
Saat kala membantu membuat pergi
Menghela nafas panjang (mungkin) untuk mengakhiri
Membalik badan (mungkin) untuk merela diri
Melangkahkan kaki (mungkin) untuk memulai kembali
*(mungkin) Pada saatnya, kata dalam kurung harus dihilangkan




0 komentar:
Poskan Komentar