Wisuda juli 2011








Dampak pendidikan di Indonesia adalah minimnya apresiasi terhadap proses. Opini yang terbentuk, hasil lah yang terpenting. Bukan bagaimana seorang anak kelas 2 SD sudah mati-matian bisa mendapatkan nilai 4,5 dari nilai matematikanya, tetapi bagaimana semua orang sibuk mengagumi seorang dengan nilai UAN tertinggi yang diperoleh dari hasil kongkalikong guru-guru di sekolah.

Bukannya ingin bersembunyi dengan kalimat klise, “yang penting saya sudah berusaha.” , tetapi kalimat. “Saya sudah berusaha!”, yang diucapkan dengan percaya diri karena kerja keras yang telah dilakukan lah yang lebih penting dibandingkan dari sekedar hasil.

Tanggal 16 Juli 2011, saya secara resmi, dengan ditandai oleh seremonial wisuda di Sabuga Bandung, menjadi sarjana teknik lulusan ITB. Gelar prestisius yang diikuti dengan kewajiban yang juga luar biasa berat. Seluruh perjalanan proses dari awal sampai akhir ini saya nikmati sepenuhnya. Tidak semua proses itu indah, tapi saya yakin semua punya arti masing-masing. Karena itu mari abaikan huruf S dan T di belakang nama saya, dan IPK yang tercantum di dalam transkrip akhir saya. Saya bangga lulus dari kampus gajah duduk ini. Saya bangga dengan setiap kesalahan yang saya buat. Saya bangga dengan setiap pencapain pribadi yang saya capai selama saya kuliah. Saya bangga karena saya sudah berusaha.!

Saya bukan orang dengan idealisme yang menolak diberikannya ijasah karena malu belum berkontribusi bagi masyarakat. Saya juga bukan orang berani yang menolak lulus sebelum merasa pantas sebagai seorang sarjana yang utuh. Saya termasuk orang-orang yang senang dan bangga saat nama saya dibacakan pada seremoni wisuda dan bersalaman dengan rektor yang mengucapkan selamat, entah sepenuh hati atau formalitas belaka*karena ada 1500 orang yang diwisuda, saya maklum pak, :D. Tetapi saya lebih bangga akan proses yang telah saya jalani sampai saya akhirnya memperoleh gelar sarjana teknik dari kampus ITB ini.

Jika orang menyebut akhir adalah sebuah awalan dari cerita yang lain. Maka wisuda ini adalah akhir sekaligus awal bagi saya sebagai seorang yang masih akan terus belajar dalam hidup.

Terima kasih ITB (teman, dosen, teknisi lab, MTM, MBWG, dan semua hal lain yang membantu saya bertumbuh kembang selama menjadi mahasiswa).

Semoga saya bisa mengamalkan kebaikan yang telah saya dapat di kampus ini.

Semoga saya dapat bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan Negara.



Biko Gilang Kahfi (ex: 13706042)

*16 Juli 2011


Ps: Jika saya ditanya, “Jika diberi kesempatan lain untuk mengulang masa kuliah, kampus mana yang akan kamu pilih?”. Tanpa ragu akan saya jawab,”ITB.”


1 komentar:

  1. Anonim mengatakan...:

    Pak AB juga bangga sama lo boi.. :D

 
oranggilajalanjalan © 2010 | Designed by Trucks, in collaboration with MW3, Broadway Tickets, and Distubed Tour